Taufiq Panji Wisesa

Taufiq Panji Wisesa studies ceramics art at Ceramics Craft Studio at the Faculty of Fine Art and Design at ITB. He finished his studies in 2007 and is currently finishing his master’s degree in the Faculty of Fine Art and design. Once he finished his studies, Taufik showed interests in popular characters in films, comic books, and other popular stories. The presence of this character that he creates reminds us of the conventional character, superheroes. In this case, the appearance of superheroes is not as characters, but more as a symbol of popularity, arrogance, even as a moral destructive force, so that the understanding of good and evil becomes vague. The superheroes’ bodies that Taufik made are distorted with the head of a wolf as a narrative presentation for himself to question the paradox of the problems in today’s social-contemporary culture.
The intimacy with ceramic medium is the most important thing in his artworks, the fragile character and the presence of ceramic as a part of material culture become a parameter in choosing and using the medium. The paradox that superheroes are symbols of power is closely related to the symbol of destruction. Superheroes as very popular cultural characters at the moment will only become cultural object inheritance in the future.

Work


This Is Superheroes #2. 134 x 90 x 35 (6 Pieces). Casting Stoneware with hand fabricated cooper. 2009


Detailed


Artist Statement:
Dalam berkarya saya sangat tertarik dengan imajinasi dan permainan sebuah karakter dari tokoh-tokoh populer yang hadir saat ini. Kehadiran tokoh yang saya ciptakan ini mengingatkan pada sebuah karakter yang sangat konvensional, yaitu superheroes. Dalam hal ini, kehadiran superheroes bukan hanya sebagai tokoh, lebih jauhnya lagi sebagai simbol ketenaran, kesombongan, dan bahkan pemusnah moral, sehingga saya mengangap pemaknaan antara yang baik dan jahat sudah menjadi bias. Tubuh superheroes yang saya buat distorsi dengan kepala serigala merupakan sebuah narasi bagi saya sendiri untuk setidaknya dapat mempertanyakan paradoks permasalahan yang terjadi dalam budaya sosial kontemporer saat ini.

Keakraban saya terhadap material keramik adalah hal terpenting dalam karya ini, sifat ”fragile” dan kehadiran keramik itu sendiri sebagai ” material culture” saya jadikan sebagai tolak ukur dalam pemakaian material. Paradoks bahwa superheroes adalah simbol kekuatan yang juga sangat dekat dengan simbol kehancuran. Superheroes yang juga merupakan tokoh budaya yang sangat populer hingga pada suatu saat di depan nanti dia hanyalah menjadi semata ”objek” peninggalan kebudayaan

Bio


Toufiq Panji Wisesa

Born in Bandung, 26 July 1983

Education:

2008-now
Magister Program, Faculty of Fine Art and Design, Bandung Institute of Technology

2002-2007
Ceramic Craft, Faculty of Fine Art and Design, Bandung Institute of Technology

Art Experience:

2009
Jogja Art Fair (Spacing Contemporary) #2, Jogjakarta, Indonesia

Survey #2, Edwin’s Gallery, Jakarta, Indonesia

2008
Workshop with Mella Jarsma, Soemardja Gallery, Bandung, Indonesia

2005
Exhibition and workshop with Jhan Stanley, FSRD-ITB, Bandung, Indonesia

2004
IDEA 2005, Design Product Exhibition, Selasar Sunaryo Artspace, Bandung, Indonesia

2002
Inkubasi, FSRD-ITB, Bandung, Indonesia