Endang Lestari

Endang Lestari made her artworks as a reflection on issues of memory, history, gender, and other social issues. Art to her is an activity to give meanings to everything that she can do, feel, get, and visualize what has happened and about to happen. This process opens many opportunities of interpretation in art. She uses and modifies various techniques of forming ceramics using stoneware to articulate her ideas. She also combines several natural media in most of her materials. She, better known as Tari, presents a set of symbolical signs. Her artworks are usually in a form of installations, showing particular objects or human figures in a certain configuration which interacts with space. Her human figures are not in realistic forms but are created with a certain style and process in medium-scale sizes. The female figures in her artworks are a reflection of her own experiences as a woman. The costume attributes put on the figures inform us that they are categorized in the blue collar (labours) social group with each of them carrying a red suitcase. They are all in almost similar standing positions like they are waiting for something in a specific location in an on-going journey. The red suitcases tell us about hopes, dreams, future intentions, and about their futures and that they are all going to the same destination. These artworks show a feeling of isolation in the center of the city life. The figures gathered in the same group but look different from one another may symbolize competition, rivalry, and conflict. Tari finished her study at Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Besides actively involved in several collaborative exhibitions in some cities, she also manages her own ceramics studio.

Works


Koper merah dan Perempuan Pekerja. Ceramic Stoneware. 40 cm X 15 cm (figur) ada 40-50 figur patung keramik perempuan. 2009

Artist Statement

Seni adalah sebuah kerja memaknai setiap hal yang dilakukan, dirasakan, didapat dan dibayangkan pada sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum. Melalui seni, ada berbagai peluang akan kemungkinan terjadi proses penciptaan dari sebuah pemaknaan. Aku memodifikasi teknik-teknik dasar pembuatan keramik seperti pinch, slap, coil, dan cetak. Bahan yang biasa digunakan adalah tanah liat bakaran tinggi (stoneware). Dalam penciptaan karya, seringkali aku menggabungkan dengan media alam dan sintesis untuk memaksimalkan gagasan penciptaan. Secara umum, karya-karyaku membicarakan refleksiku atas memori, sejarah, berbagai persoalan sosial dan gender. Karya ini bercerita mengenai perjalanan para perempuan dengan koper merah. Ada sejarah hidup dan misteri masa depan di dalam koper merah itu. Aku ada diantara mereka. Hilir mudik, hingar bingar, sangat kunikmati, bersama mereka: para perempuan-perempuan pekerja dengan tujuan yang sama namun dengan cara yang berbeda-beda. Setiap tempat yang kudatangi merupakan pertemuan yang menggairahkan, bersama mereka, para perempuan pekerja dengan koper merahnya.

Biodata


Endang Lestari (Tari)
Lahir di Banda Aceh/27 Februari 1976
Pendidikan : Fakultas Seni Rupa,Institut Seni Indonesia .Yogyakarta

AKTIFITAS PAMERAN
2009
Pameran Seni Rupa Bienalle Jogja, Taman Budaya ,Yogyakarta,(Des 09 Next)
– Pameran Seni Rupa Akbar, Exposigns, Ulang Tahun Perak ISI ke 25 , JEC, Yogyakarta. (Nov 09 Next)
Pameran Bienal Sastra, dengan mengeksplor karya sastra dalam wujud karya Rupa, Salihara Galeri, Jakarta.
Pameran Ulang tahun Jogja Galeri 3, September Ceria, Jogja Galeri. Yogyakarta
Pameran Seni Rupa”Guru Oemar Bakrie “ Jogja Gallery Yogyakarta
Pameran Seni Rupa “Kunduran Truk” bersama Perempuan Eksperimental, Kersan Art Gallery, Yogyakarta.
Pameran POLI(CROMATIC) ,Ulang Tahun V-Art Gallery, Bentara Budaya Yogyakarta.
Pameran Seni Rupa Gasing, Bentara Budaya Yogyakarta
Pameran Menilik Akar ,Bienal Nusantara, Galeri Nasional Jakarta.

2008
Pameran Ulang Tahun Bentara Budaya Yogyakarta” Kere Munggah Bale” Bentara Budaya Yogyakarta.
Pameran FKY XX. Jogja Art Festival #1 , Taman Budaya Yogyakarta.
Pameran Seni Visual 100 tahun Kebangkitan Nasional, “ Setelah 20 Mei”, Jogja Gallery , Yogyakarta.
Pameran Seni Rupa Yayasan Kanker Indonesia “ Untukmu Perempuan Indonesia” di Gedung Arsip Jakarta.
Pameran, Contemporary Art,Youth Life and Culture in Two Part “ Boys/Girls (IVAA BookAid Vol.2) di Edwin’s Gallery. Jakarta.
Pameran Keramik bersama Yogyakarta –Bali “ Geliat” di Sangkring Art Space Yogyakarta.

2007-2008
Pameran Biennale Jogja “ Neo Nation” di Jogja National Museum, Gampingan Yogyakarta. (Desember 2007-Januari 2008)
–Pameran “Shadow of Prambanan” di Jogja Gallery ,Yogyakarta
–Pameran 100 tahun Affandi “Boeng Ajo Boeng” Taman Budaya Yogyakarta.
– Pameran “Intimate Distance”Indonesian Woman Artists, Galeri Nasional Jakarta.

2005
-Pameran Bali Biennale. Toni Raka Gallery. Ubud Bali.
– Pameran Pra Biennale Bali, di V Art Gallery Yogyakarta.
– Pameran “Ayo Ngguyu “ Ulang Tahun Bentara Budaya
Yogyakarta di Bentara Budaya Yogyakarta.

2004
-Pameran tunggal “Deformity of Routine thinks” di ViaVia café and Gallery, Yogyakarta.
-Pameran perupa perempuan “Menimbang Dunia Perempuan, Gedung Sosietet Taman Budaya, Yogyakarta.
-Pameran Keramik Muda Nusantara. Di Galeri Nasional Jakarta.
– Pameran Kriya Kontemporer “”Object Hood” di Gedung Sositet Militer, Taman Budaya Yogyakarta.
-Pameran Festifal Kesenian Yogyakarta “ BARCODE” di Taman Budaya Yogyakarta.
2003
– Pameran dengan 6 perupa di Expatriat Gallery Jakarta.
2002
– Pameran Festifal Kesenian Yogyakarta “REPLAY” di Taman Budaya Yogyakarta.
-Pameran Bersama perupa perempuan di Gallery Nasional Jakarta.
-Pameran Kriya Kontemporer di Galeri Nasional Jakarta.

2001-2000
-Pameran TERACOTA 3000, “Jejak Tanah dan Api”, di Museum Nasional Jakarta.
-Pameran Keramik dan Lukisan di Galeri Lawang, Jakarta.
-Pameran Seni Rupa “ Monumen-monumen –Transformasi Bentuk
– Kekerasan ke dalam Konsep Estetika Rupa” di Kampung Seni dan Warung Tenda Semanggi Jakarta.

1996-1999 –
Pameran LUSTRUM ISI ke Tiga di Galleri ISI Yogyakarta
Dilanjutkan dengan pameran LUSTRUM ISI di Museum nasional Bali.
Berpartisipasi dalam Aksi Seni Rupa Publik di Gedung Agung Yogyakarta.
Pameran memperingati 50 tahun semesta HAM bersama seniman
monolog Agus Noor Amal di kampung Kasongan Yogyakarta.

Pameran Pluralisme Kriya di Ancol Jakarta.
Pameran Kriya di Hotel San Pasifik Jakarta.
-Pameran keramik dan Bursa di Taman Budaya Yogyakarta.
Pameran Gelar karya Perempuan, “ Bias Kuntum Saraswati” di Museum Affandi Yogyakarta.
-Pameran Festifal Kesenian Indonesia Tingkat Perguruan Tinggi
Seni se Indonesia di Benteng Vredeburg Yogyakarta, dan di Galeri ISI Yogyakarta.
-Pameran FKY ke X di Benteng Vredeburg Yogyakarta.

AKTIFITAS KEGIATAN
Produsen Keramik dari Wisnu Import Belanda
Pengurus (Sekretaris Umum) Koperasi Indonesia Lestari (KINDLE) organisasi seniman dan pengrajin(2004 – sekarang)

Pemateri pada RED Distric Program, pelatihan keterampilan dan kewirausahaan pada masyarakat sekitar Sosrowijayan dan Pekerja Seks Komersial.

Sebagai pemateri pada pelatihan,diklat dan workshop di beberapa sekolah dan lembaga umum dan Pemerintah sebagai bentuk dari mengenalan seni rupa khususnya seni keramik.(2004-sekarang)

Sebagai Tenaga Pengajar Luar Biasa (dosen tamu) pada Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Program Studi Kriya Keramik.
(2003 -2006)

Mendirikan Studio Keramik “Teapot_The House of Clay”sebagai tempat produksi,eksplorasi, edukasi baik Keramik funsional maupun non fungsional (2001 sampai sekarang)

Mendirikan pelatihan Keramik (workshop)bagi anak sekolahan, umum maupun wisatawan (2002 sampai sekarang)

Bekerja sebagai Supervisor pada sebuah perusahaan rancang bangun Arsitek dan pengadaan barang-barang interior di Bali,. (2001)

Tergabung dalam Tim Pengembangan Disain Keramik Pundong di Bantul Yogyakarta.Kerjasama Dinas Perindustrian dan Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta (1999)

Aktif di Kegiatan Pers Mahasiswa (Majalah Sani) FSR ISI Yogyakarta, membawahi Sirkulasi dan produksi (pimpinan perusahaan) selama dua periode (1997-1999).

Aktif di kegiatan Kepecintaalaman (Sasenitala) di kampus ISI Yogyakarta sebagai Ketua Bidang Usaha, selama dua periode (1996-1998)

Mengikuti Diskusi / Seminar Kajian Gender serta workshop seni dan budaya (1998-sekarang)

Sebagai pemandu dalam aksi penggalangan dana pada pameran lukisan yang diselenggarakan oleh Rotary Club Yogyakarta di Hotel Garuda Yogyakarta 1999.

Tergabung dalam tim pelaksana workshop Seni Rupa Kontemporer bagi wartawan I dan II kerjasama Yayasan Seni Cemeti Yogyakarta, AJI (Aliansi Jurnalis Independen). Lembaga Penelitian ISI Yogyakarta,Lembaga Indonesia Perancis (LIP) dan Ford Foundation (1998 dan 2000).

Tergabung dalam tim pelaksana di acara Diskusi Radio “Dialog Seni Kita” kerjasama Yayasan Seni Cemeti dan Radio Unisi FM, Yogyakarta (1998-1999).

Mendirikan sanggar dan kelompok kerja Prinkaseni di Kasongan Bantul, Yogyakarta (1997-1999)

Workshop dan Seminar.
Sebagai Pemateri dalam workshop Pengenalan Seni Rupa pada siswa-siswa SMP dan SMA yang terletak di seputar Prambanan. Dalam Acara “Shadow Of Prambanan” Kerjasama UNESCO dan Jogja Gallery Yogyakarta. (6,7 November 2007)
Sebagai Pemateri pada workshop pengenalan seni rupa dan praktek pengenalan dekorasi dan hias pada media keramik kepada guru-guru SLB Tuna Grahita se DIY dan Jateng. (23,sampai 26 oktober 2007)
Peserta Seminar: Strategis managemen Seni Rupa Era Sekarang, di ruang seminar Taman Budaya Yogyakarta, Kerjasama Indonesian Visual Art Archive dengan Taman Budaya Yogyakrta, HIVOS, Biennale Jogja,Yayasan Kelola. (14 Januari 2008)

Peserta Seminar keramik 2000. Pemateri Oleh Bp. Prof. Chitaru Kawasaki. Di PPPG Kesenian Yogyakarta (21 Maret 2000)

Peserta Seminar Semiloka Seni Kriya dan Pariwisata oleh Departemen Pariwisata Seni dan Budaya Direktorat Jendaral Seni Dan Budaya. (26 Maret 1999)

Peserta Seminar dan Pemutaran Film Internasional, Film sebagai perpaduan kreatifitas, Idealisme dan Industri : Sebuah kajian Bersama. Diselenggarakan oleh Ikatan Majasiswa Studi Perancis se-Indonesia (IMASPI)Konsulat UGM dan SASKINE-CLUB di Universitas Gajah Mada. (8 April 2000)

Peserta Seminar Regional kepecintaalaman tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, “Strategi Pengembangan Olahraga Mendaki Gunung menuju Profesionalisme” di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (9 November 1997)

Peserta Workshop keramik “Pembuatan Tungku dan Teknik Pembakaran Glasir Keramik Raku” kerjasama Jurusan Kriya FSR ISI Yogyakarta dengan Yayasan Seni Cemeti Yogyakarta, di studio keramik FSR ISI Yogyakarta. (17 April 1997)

Peserta Workshop “Teknik Pewarnaan dan Dekorasi Keramik” kerjasama Jusrusan Kriya Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia Yogyakarta dengan PT Cerdec Indonesia Surabaya (1 Juni 1996).

PRESTASI:
Sebagai Duta Seni dan Budaya untuk program Seni dan Budaya “Asean People to people Exchange Programme 2003 (Cultural Interaction at the Grassroots) Kuala Lumpur,Terengganu dan Pahang Malaysia, 23-28 Juni 2003

Lulus dengan predikat Cum Laude dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta (Maret 2001)

Karya berjudul “Bheek Gilho Na Leung”(dilarang menginjak Rumput) pada pameran Perupa Perempuan di Gallery Nasional sebagai bahan penelitian oleh Dr. Barbara Leigh dari University of Technology Sidney. Seni sebagai salah satu cara terbaik menetralisir konflik dalam politik…

Melakukan penelitian tentang perkembangan keramik kontemporer di Indonesia.”Eksplorasi Bentuk dan Konsep Penciptaan Keramik Kontemporer Indonesia” (2001)

Sebagai Mahasiswa Berprestasi Tinggat Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (2000)

Pencipta Karya Keramik Terbaik, pada Pameran Lustrum ISI -III, di Gallery ISI Yogyakarta (1999)

PUBLIKASI

Pameran Seni Rupa , “ Intimate Distance” Indonesia woman Artists “C Arts magazine , Januari 2008, edisi 00, “ Tracing Feminism Discourse in Indonesian Art” Penulis Wulan Dirgantoro.

Pameran Seni Rupa “Intimate Distance” Indonesian Woman Artists”di Galeri Nasional Jakarta,Suara Merdeka,4 Agustus 2007,” Buku Peta Perempuan Perupa”, Penulis (G20-53).

Pameran Seni Rupa “Intimate Distance” Indonesian Woman Artists”di Galeri Nasional Jakarta, Antara, 2 Agustus 2007,”Membuka Tirai Perempuan Perupa Indonesia” Penulis Budi Setiawanto.

Pameran Seni Rupa “Intimate Distance” Indonesian Woman Artists”di Galeri Nasional Jakarta,Sinat Harapan,7 Agustus 2007, “Perayaan Identitas Gender Perempuan Perupa Indonesia”Penulis Maya Handini.

Liputan Khusus tentang profil Bisnis di Jogja TV, Mei 2007 oleh Tim Liputan Jogja TV

Liputan tentang Workshop Keramik anak ,trans TV , Teguh.Supriyono.

Liputan “Tokoh dan Seni” pada majalah Natasha edisi VII/April 2007, penulis Pitra Ayu.

Pameran Bersama “Seniman Muda Keramik” di Galeri Nasional Jakarta, Majalah Dewi, edisi Maret 2005 “Boneka Keramik Penuh Makna”, penulis Rika Safitri

Pameran Tunggal “Deformity of Routin Things”di Via Via Café , Kompas, tanggal 2 Desember 2004, “Endang Lestari, Membongkar Rutinitas Perkakas Makanan”, penulis:Agnes Rita.

Workshop Keramik,Kompas, tanggal 21 April 2005, “Meliarkan Kreatif Anak dengan Tanah Liat” Penulis, Erwin Adhi Prasetya.

Pameran Tunggal “Deformity of Routin Things”di viavia café , Koran Tempo, “Mengolah Retak menjadi ekspresi”Sabtu 4 Desember 2004, Penulis ;Raihul Fadjri.

Pameran Tunggal”Deformity Of Roution Things” di Via via café, Radar Jogja, 2 Desember 2004 “Melalui Keramik Ekspresikan kejenuhan Rutinitas, penulis Yetty Kartikasari.

Pameran Object Hood, di Taman Budaya Yogyakarata, Kompas, 3 Oktober 2004,”Menimbang Paradoks Kriya Kontemporer” Penulis Anusapati.

Pameran Perupa Perempuan di Galeri Nasional Jakarta, Majalah Panji ,16 Mei 2001 “Dari Politik sampai Kritik Gender”, penulis Mas AD’T

Pameran Perupa Perempuan di Galeri Nasional dimuat pada surat kabar Indonesian Observer, penulis Carla Bianpoen (5-6 Mei 2001) “ A New Generation of Women Artists Claim Their Space”

Pameran Perupa perempuan di Galleri nasional Jakarta,Newsletter SURAT YSC volume 10, penulis C. Rika, “Perempuan dan Diseminasi makna Ruang”