List Artists of the 4th JCCB 2016

List Artists of the 4th Jakarta Contemporary Ceramics Biennale. 2016 Agugn Prabowo (ID) – Alice Couttoupes (AU) – Ane Fabricus Christiansen (DK) – Angie Seah (SG) – Antonella Cimatti (IT) – Arya Pandjalu (ID) –Awangko Hamdan (MY) – Clare Twomey (UK) – Danijela Pivašević-Tenner (RS/DE) – Diego Akel (BR) – Eddie Hara (ID/CH) – Eddi … Continue reading List Artists of the 4th JCCB 2016

Gita Winata (Indonesia)

Gita Winata (Indonesia) Lulus dari program sarjana kria keramik FSRD-ITB, Gita Winata melanjutkan studinya untuk mengambil gelar Master Desain dari tempat yang sama. Pada tahun 2015 ia lulus dari program doktoralnya di Kurashiki University of Science and the Arts, Japan, dengan penelitian “Vessel and Tradition in Ceramic Art.” Saat ini ia juga mengajar di kria … Continue reading Gita Winata (Indonesia)

Kyoko Uchida (Japan)

Kyoko Uchida (Japan) Kyoko Uchida tinggal dan bekerja di Yokkaichi, perfektur Mie, Jepang. Terinspirasi dari wadah- wadah periode Yayoi di Jepang prasejarah, dan juga dari Yordania kuno, ia menciptakan karya dengan mempergunakan teknik coiling lama. Proses coiling memerlukan waktu lebih lama namun memberikan perupanya kontrol penuh atas lempung Shigaraki lokal yang diperguna- kannya, selagi juga … Continue reading Kyoko Uchida (Japan)

Teri Frame (US)

Teri Frame (US) Teri Frame lulus sebagai sarjana seni rupa dari the Kansas City Art Institute dan pasca- sarjana dari The Pennsylvania State Univer- sity. Meski aslinya sekolah sebagai keramikus; performance, video, dan seni cetak digital telah menjadi bagian dari karya-karyanya. Ia kerap kali berbolak-balik di antara medium-medium ini. Tema-tema dalam karyanya seringkali mengikutsertakan persoalan … Continue reading Teri Frame (US)

Sarah O’Sullivan (Australia)

Sarah O’Sullivan (Australia) Sarah O’Sullivan’s ceramic work draws from domestic function as a context and yet is rarely functional. The process utilised is a contradiction to the final pieces created. Sarah employs a production process of slip-casting that is designed to create exact replicas; however the end result is always unique, one-off pieces. It’s easy … Continue reading Sarah O’Sullivan (Australia)

Nadya Savitri (Indonesia)

Nadya Savitri (Jakarta, 1981) Nadya Savitri telah ikut serta dalam sejumlah pameran signifikan di Indonesia, seperti CP Biennale: Interpellation pada tahun 2003, dan Jakarta Biennale: Beyond the Limits and Its Challenge pada 2006. Ia menyelesaikan studi-nya pada tahun 2004 di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, dari program studi kria keramik; dan mendapatkan gelar master … Continue reading Nadya Savitri (Indonesia)

Uji “Hahan” Handoko (Indonesia)

Uji “Hahan” Handoko (Magelang – Indonesia, 1983) Mengakar dalam medan seni rupa kontemporer Indonesia, dan berbasis di Yogyakarta, Hahan dikenal luas lewat visual budaya dan budaya visual populer yang ia hadirkan dalam karya-karyanya. Melalui nukilan yang tampil sedemikian berselera wawasan global, Hahan juga menjelajahi dan melintasi jangkauan muatan dalam pada karyanya. Terutama pada karya-karyanya yang … Continue reading Uji “Hahan” Handoko (Indonesia)

Wang Pei-Hsuan (Taiwan)

Wang Pei-Hsuan (Taiwan) Wang Pei-Hsuan merupakan perupa multidisiplin yang berbasis di Taiwan. Di antara riwayat kekaryaannya, Pei-Hsuan cenderung memiliki dorongan untuk membuat karya-karya yang membangun dialog, baik dengan bidang medium, ruang bernaungnya, hingga kepada konteks dan realitas sosiokultural yang mengelilingi tema dan penciptaan karyanya sendiri. Karya-karya Pei-Hsuan cenderung mengalur dengan menghadirkan sisipan-sisipan pendapat dan intervensi … Continue reading Wang Pei-Hsuan (Taiwan)

Panca Dwinandhika Zen (Indonesia)

Panca Dwinandhika Zen Panca DZ adalah seorang perupa yang tinggal dan bekerja di Bandung. Ia lulus dari program studi Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung. Apresiasi Panca ter- hadap sejarah tato membawanya kepada satu penelitian lebih dalam tentangnya. Meneruskan pengamatannya atas tato Indonesia tradisional, Panca meneliti tato- tato kriminal di Indonesia. … Continue reading Panca Dwinandhika Zen (Indonesia)

Eddie Hara (Indonesia / Switzerland)

Eddie Hara (Indonesia – Switzerland) Meski kemudian pergi dan menetap di kota Basel, Swiss, Eddie Hara (Salatiga, Indonesia, 1957) selalu diingat oleh banyak orang di Indonesia sebagai figur serba cair yang memberikan tantangan dan penentangan di antara batas-batas estetika dan seni tinggi-rendah melalui keseniannya. Tampak visual lowbrow dalam karya-karyanya yang paling dikenal, hadir dalam semangat … Continue reading Eddie Hara (Indonesia / Switzerland)