Press Release 2.

Rilis Pers

English Press release , download PDF Press release part2

3rd JAKARTA CONTEMPORARY CERAMIC BIENALLE (JCCB#3)

Jakarta, 30 Juni 2014

JCCB#3 atau 3rd Jakarta Contemporary Ceramics Biennale akan berlangsung tak lama lagi, tepatnya pada 23 September- 13 Oktober 2014. Pameran dua tahunan berskala internasional ini akan menampilkan karya seni keramik kontemporer seniman berbagai negara. Acara akan berlangsung di Galeri Nasional Jakarta, Jalan Medan Merdeka Timur No.14. Jakarta.

Tema yang diusung tahun ini oleh kurator Asmudjo Jono Irianto dan Rifky Effendy adalah COEFFICIENT OF EXPANSION. Seniman yang diundang adalah mereka yang telah memperoleh pengakuan baik secara lokal maupun internasional (nama-nama lengkap terlampir).

Di JCCB#3 nanti, pameran akan dikelompokkan ke dalam tiga bagian: Art yang menampilkan karya keramik seni nonfungsi, Design yang menyajikan keramik fungsional dengan estetika tinggi (one of a kind) dari industri maupun studio individu, dan Craft/Pottery yang berisi karya keramik yang masuk ke dalam kategori “kriya” dari studio individu maupun industri.

Menurut Asmujo, “seni keramik” bukan istilah asing di Indonesia. Hanya, ingatan orang biasanya akan menuju ke benda keramik kerajinan tangan (handicraft) atau barang keramik dekoratif. Padahal, seni keramik dalam konteks seni rupa masa kini (kontemporer) lebih merujuk pada karya seni kreasi seniman—umumnya lulusan perguruan tinggi seni rupa—yang menggunakan bahan keramik. Dalam konteks JCCB, pameran ini adalah langkah menegaskan upaya menempatkan perkembangan seni keramik dalam bingkai seni rupa kontemporer.

Seni keramik kontemporer adalah seni keramik dalam perkembangannya yang paling mutahir. Ia sangat terkait dengan warisan tradisi seni keramik dan pengaruh seni rupa kontemporer. Setiap wilayah berangkat dari konteks yang berbeda, khususnya di negara maju yang memiliki infrastruktur dan paradigma yang berbeda.

Seni rupa keramik dalam konteks medan seni di Barat umumnya merujuk pada karya-karya keramik para seniman keramik individual. Seni keramik bisa dikatakan cukup popular, namun di Barat ia lebih kerap ditempatkan di luar medan seni rupa, baik dalam seni rupa modern maupun kontemporer. Hal ini tidak terlepas dari konstruksi sejarah seni rupa di Barat sejak masa Renesans yang secara hirarkis membagi seni ke dalam seni tinggi (seni lukis dan patung) dan seni rendah (craft, decorative art dan applied art). Maka, sekalipun seni keramik di Barat kendati saat ini didominasi karya-karya bebas (nonfungsional) sebagai bentuk ekspresi seni, mereka tetap dikelompokkan sebagai wilayah contemporary craft karena diturunkan dari wilayah craft. Salah satu penyebab langgengnya dikotomi contemporary art versus contemporary craft adalah karena keduanya memiliki institusi dan infrastukturnya masing-masing. Meskipun demikian, dibandingkan seni serat (fiber art), wood craft, gelas, metal craft, seni keramik sebagai kategori dalam contemporary craft bisa dinilai yang paling advanced orientasi penciptaan ke arah karya-karya bebas (karya seni). Hanya saja, sangat sulit menemui seniman keramik yang diakui oleh contemporary art world sebagai “orang dalam”. Maka, bienial, trienial, dan ajang sejenis menjadi pilihan masuk akal untuk menyapa publik. Risikonya, acara ini menegaskan keberadaannya di luar lingkungan seni rupa kontemporer.

Berbeda dari negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea, Taiwan dan China, Indonesia tidak memiliki tradisi keramik yang canggih, karena itu modal kultural, teknologi dan apresiasi masyarakat terhadap seni keramik rendah. Bukan hal yang mengherankan jika perkembangan seni keramik jauh dari pesat. Namun hal ini juga menjadi berkah terselubung. Seniman keramik kontemporer di Indonesia tidak harus berhadapan secara diametrikal dengan seni rupa kontemporer. Mudah saja bagi seniman keramik di Indonesia menjadi bagian dari seni rupa kontemporer.

Seperti disebutkan dalam rilis sebelumnya, dalam rangkaian acara tahun ini ada residensi seniman sebelum pameran digelar. Residensi ini adalah kali pertama, dua bienial sebelumnya tidak ada. Seniman yang terpilih mengikuti program ini adalah Steven Low Thia Kwang (Singapura) dan Krstie van North (Belanda) yang akan berkarya di Bali; Kristina Rutar (Slovenia) dan Amornthep Mahamart (Thailand) di Bayat, Klaten; dan Sarah Younan (Wales, UK) di Bandung. Seniman asal Kanada, Linda Sormin, secara mandiri berkarya untuk JCCB#3 di Jogjakarta, dan akan bercerita tentang proses berkaryanya di SaRang Art Space Jogjakarta, pada tanggal 12 Juli 2014.

Linda Sormin at Sarang artspace Jogjakarta

Linda Sormin at Sarang artspace Jogjakarta

Selain Steven Low Thia Kwang, semua seniman residensi akan mulai berkarya di studio-studio terpilih mulai 10 Agustus sampai 10 September 2014. Karena jadwalnya yang padat, Steven Low sudah selesai berkarya di bulan Juni. Steven adalah seniman yang berpengalaman selama 23 tahun di bidangnya dan aktif berpameran di berbagai negara. Ia biasa mengerjakan sendiri semua karyanya, tanpa bantuan artisan. Untuk JCCB#3, Steven Low membuat karya Seedfood Series, yang terinspirasi dari biji-bij tanaman yang biasa kita makan. Karya yang akan masuk dalam seksi Design ini mentransformasikan bentuk biji-bijian menjadi wadah unik penyimpan makanan.

Bienial tahun ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang menjadikan JCCB#3 salah satu program unggulan mereka, Pemda DKI, dan lembaga kebudayaan internasional seperti British Council, Wales Foundation, KCCI (Korean Cultural Centre of Indonesia), Swiss Art Council ProHelvetia, Stikk.No-Norwegia, Erasmus Huis, Russian Cultural Center, dan beberapa diantaranya masih dalam proses konfirmasi. Selain itu kedutaan besar dari setiap negara asal seniman yang diundang. Lembaga-lembaga budaya dan kedutaan-kedutaan negara sahabat ini membantu dengan membukakan jaringan pendanaan sekaligus memberikan grant kepada seniman dalam bentuk pembiayaan kedatangan seniman (dan beberapa di antaranya juga karya seniman) ke Jakarta.

Bantuan untuk JCCB#3 juga kami terima industri dan studio keramik. Mereka berkontribusi sebagai fasilitator bahan baku untuk seniman berkarya. Selain itu, kami bekerja sama dengan beberapa hotel untuk akomodasi seniman; dan juga dengan beberapa restoran/katering untuk memfasilitasi konsumsi seniman selama di Jakarta. Tak kalah penting, adalah kemitraan kami dengan jasa kargo yang telah berpengalaman menanganikarya-karya seniman.

Nia Gautama

Direktur JCCB#3

*Sekiranya diperlukan, kami akan menyediakan foto hi-res, klip video, dan materi lain pemberitaan.

Lampiran

Nama-nama seniman peserta JCCB#3

Senimanpeserta yang diundang yaitu :

Agung IVAN – Indonesia

Ahadiat JOEDAWINATA – Indonesia

Ahmad ABU BAKAR – Singapore

Akbar Adhi SATRIO – Indonesia

Alfredo EANDRADE – Argentina

Amornthep MAHAMART -Thailand

Antonio Sebastian SINAGA – Indonesia

Antra SINHA – India

ArghyaAdyaksa NINDITA – Indonesia

AsepMaulana HAKIM – Indonesia

Bagus PANDEGA – Indonesia

Bonggal Jordan HUTAGALUNG – Indonesia

Brett Alex THOMAS – United States

Budi PRADONO – Indonesia

Dadang CHRISTANTO – Indonesia

Dawn NG – Singapore

Delia PRVACKI – Singapore – Romania

Eldwin PRADIPTA – Indonesia

Elena GORAY – Netherland

Esnur FAUZIANA – Indonesia

Fauzi ADHIKA – Indonesia

Fitri MEILANI – Indonesia

Geoffrey TJAKRA – Indonesia

Graciela OLIO – Argentina

HA sungmi – Korea

Halima CASSEL – United Kingdom

Johnson TSANG – Hong Kong

KANDURA – Indonesia

KAR – Indonesia

KIM Joon – Korea

Kirstie Van NOORT – Netherland

KjerstiLunde – Norway

Klaus GUTOWSKI – Australia

Kristina RUTAR – Slovenia

KjerstiLunde-Norwegia

Lea GEORG – Switzerland

Linda SORMIN – Canada

Madhvi SUBRAHMANIAN – Singapore/India

Mark VALENZUELA – Australia/Phillipine

MohdRoslan AHMAD – Malaysia

Natas SETIABUDHI – Indonesia

PURNOMO – Indonesia

Radi ARWINDA – Indonesia

RosantoBima PRATAMA – Indonesia

Rudi ABDALLAH – Indonesia

Ryan LABAR – United States

Sarah YOUNAN – Wales

Shamsu MOHAMAD – Malaysia

Steven LOW ThiaKwang – Singapore

TOK Yu Xiang – Singapore

Tetsuya ISHIYAMA – Japan

VULANTRI – Indonesia/Netherlands

WAN Liya – China

Wasinburee SUPANICHVORAPARCH – Thailand

YEE Soo Kyung – Korea

YI Hui Wang – Taiwan

Yoichiro KAMEI – Japan

Yuli PRAYITNO – Indonesia

List dan biografi singkat seniman, bisadilihat di : http://jccbindonesia.org/list/

Advertisements